3/28/12

41 days

Bukan, ini bukan judul dari drama korea. dan ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan drama '49 days'
  ini adalah hari ke 41...
 41 hari Yangkung meninggalkan dunia ini.

Saya nggak sempet nulis kemaren, pas di hari ke 40 nya..
 jadi Saya nulis apa adanya, aku nulis di hari ini, hari ke 41 hihihi :D mau hari apapun sayang saya ke Yangkung nggak akan berubah kok :) ini tulisan yang saya gunakan untuk melepas semua rasa rindu saya, saya tuangkan disini, untuk kalian ..

   Yangkung, adalah sosok yang paling saya sayangi. beliau adalah orang yang otomatis langsung ada di otak saya ketika  mendengar kata-kata 'liburan panjang' dan 'pergi ke Jakarta' , bagaimana tidak? Yangkung adalah sosok yang selalu menyambut kami datang kerumahnya, kami selalu disambut dengan pelukan khas beliau.
   "pelukan kenceng" itu yang selalu saya rindukan, sangat.

banyak kenangan yang tidak bisa saya lupakan, mungkin pertemuan kami sangat singat. tapi disetiap pertemuan dengan Yangkung, hati saya merasakan perasaan sayang .. dan selalu bertambah disetiap harinya. Yangkung adalah satu-satu nya sosok kakek untuk saya, karena kakek dari ayah telah meninggal sebelum saya dilahirkan, saya sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bertemu dengan kakek saya yang satu itu ..

   Yangkung adalah kakek yang penuh dengan kasih sayang, seringkali muncul rasa cemburu ketika Yangkung lebih ingat sama adek sepupu saya, Ecen.. yah mau bagaimana lagi ? Ecen tinggal bersebelahan dengan rumah Yangkung. Sedangkan saya ? Jakarta dan Sidoarjo itu sudah bagaikan belahan dunia yang berbeda ..
   jauh !

Saya ingat sekali, sewaktu kecil kami 'trio kwek kwek' nya (saya , Exel, Ainaya) selalu bermain becak-becakan dengan Yangkung.
  'permainan' yang simpel, kami bertiga duduk di sebuah kursi yang besar dan Yangkung akan mengangkat dan mendorong kursinya berulang kali . terasa seperti becak tapi bergoyang-goyang.
  dan kami akan betah sekali bermain permainan itu :) Beliau tahu sekali bagaimana cara membuat kami senang ..

     Setelah itu saya juga ingat betul Yangkung memangku kami satu persatu , dan 'diberi nama panggilan'
Ainaya diberi nama "Ainaya Tomat' , Ecen diberi nama "Ecen ulet" .dan saat tiba giliran saya, Yangkung bertanya "Kalau dek Kintan namanya siapa?". Saya bingung dan mencoba memutar otak , apa ya nama yang cocok dipasangkan dengan 'Kintan' ?. dan akhirnya saya memasangkan nama 'Kintan' dengan hal-hal yang saya sukai . Banyaaak ! .. dan dengan cepat saya berkata "Namaku Kintan bunga kupu-kupu" dan Yangkung hanya tertawa dan berkata "waah banyak sekali ya!"
 saya tidak tahu untuk apa kami ditanyai nama seperti itu, yang penting Saya juga punya nama panggilan yang cantik !, nama panggilan yang saya 'diskusikan' dengan Yangkung ..


"Kintan Bunga Kupu-kupu"


  Dan setelah saya kembali ke Jogja dari liburan tersebut, sekitar beberapa lama (saya lupa kapan tepatnya)
ada kiriman dari Jakarta! tebak apa isinya ? Saya dikirimi sendal cantik yang berhiaskan kupu-kupu ditengahnya :') ... sendal dari Uti, sendal dari Yangkung.
   sendal yang amat sangat saya sukai .. itu adalah sendal milik 'Kintan Bunga Kupu-kupu'.

Setelah itu saya juga ingat bahwa setiap datang ke Jakarta sewaktu kecil, saya selalu memilih untuk tidur dikamar Yangkung :D kamar yang hangat dan terasa nyaman ..

  namun semakin besar Saya malah lebih dekat dengan uti, lebih memilih untuk tidur dikamar uti dan setiap saya pergi ke Jakarta saya lebih sering bermain dengan saudara-saudara. jujur saya menyesal.. andai saya bisa memutar waktu, maka saya akan jauh lebih sering menghabiskan waktu di kamar yangkung , menceritakan apapun yang bisa saya ceritakan dan memeluknya dengan kencang ! seperti beliau selalu memeluk saya..
   Yangkung juga pernah berkunjung dirumah saya di Sidoarjo, dan kami membawa beliau berjalan-jalan melewati jembatan suramadu.

         
senyumnya Yangkung :') saya kangen untuk melihat senyum itu

     
halo Yangkung :')

foto diatas diambil ketika saya bermain laptop, dan beliau mendatangi saya .. duduk disebelah Saya, dan pada saat itu adalah jaman-jaman nya saya suka sekali ber-webcam ria. dan akhirnya saya mengajak Yangkung berfoto bersama :)
   Pada saat saya bermain laptop tersebut, saya menyanyikan lagu Rihanna - take a bow. dan tiba-tiba Yangkung berkata 'Lagi nyanyi lagu Walang kekek ya ?' dan setelah itu Yangkung bernyanyi Walang kekek dengan mantapnya :) saya hanya tersenyum dan tetap melanjutkan lagu saya, Yangkung juga tetap melanjutkan nyanyian nya. entah bagaimana nyanyian saya bisa terdengar seperti lagu Walang kekek. tapi hari itu saya mendengarkan , bahwa lagu 'Take a bow' dan 'Walang kekek' bisa menjadi harmoni yang indah, bila kita menyanyikannya bersamaan dengan orang yang kita cintai :') duet yang tidak akan pernah saya lupakan..

ulang tahun pernikahan emas Yangkung dan Uti :)
 

Terakhir kali saya pergi ke Jakarta, lebaran tahun lalu. saya malah merasa canggung berada di dekat Yangkung. dan jarang berbicara dengan beliau.. Saya hanya menatap beliau yang sedang duduk di kursi dan tidak tahu harus mengatakan apa..
    terlalu lama tidak bertemu ternyata bisa menghasilkan rasa canggung yang teramat sangat ! bahkan dengan Yangkung sekalipun..

 Akhirnya saya memilih masuk ke kamar Uti, dan disana Saya serta mbak Tyas diberikan banyak gelang yang cantik-cantik dari Uti ! Saya memakai gelang yang paling saya sukai di tangan kiri saya. dan setelah itu saya berjalan keluar..
tiba-tiba saya dipanggil Yangkung "dek Kintan, sini dek" .
   saya datangi yangkung dan berlutut didepan beliau.. Yangkung menarik tangan kiri saya dan dilihatnya dengan seksama. tangan saya dibolak-balik hihihi :D, Beliau bertanya "opo iki ? gelang ?" .. dan saya pun menjawab " Iya Akung, ini tadi dikasih sama Uti hehe". Beliau kembali bertanya "kamu nggak pakai jam tangan?", Saya menjawab "enggak Yangkung, jam nya ada didalem tas". beliau mengangguk-anggukan kepala sebentar dan tersenyum.. setelah itu beliau melepaskan tangan kiri saya dan tangan nya yang tadi memegang tangan saya beralih ke tangan nya sendiri. Yangkung membuka jam tangan yang sedang dipakainya dan dengan lembut memakaikannya ke tangan saya. Saya kaget, dan beliau berkata "ini, yangkung cuma bisa kasih jam tangan ini, Dek Kintan suka nggak ?", sempat bingung dan akhirnya saya pun berkata "Iya Yangkung aku suka, makasih ya Yangkung".. setelah itu beliau tersenyum dan menepuk-nepuk tangan Saya..
    Yangkung memberikan jam tangan nya kepada saya di hari itu, beliau memberikan kenang-kenangan  pada saya. di pertemuan terakhir kami...
    Saat itu Yangkung sudah mulai ngelantur dalam berbicara, dan kadang kala pangling dengan muka kami (Mama, mbak Tyas, Saya). bahkan mama katanya adalah 'anaknya ibu tetangga sebelah' dan saya katanya orang luar negri yang tinggal di Australia hihi :D Yangkung ada-ada aja..
   Tapi, disetiap yangkung melihat saya. pertanyaan nya selalu sama "Dek Kintan suka sama jam nya ?"
Beliau ingat, beliau ingat pada saya :') dan jam yang Ia berikan pada saya, beliau tetap mengingat saya pada saat ingatannya sudah mulai memudar dan tidak benar..
    Yangkung inget sama Kintan :')


Saat Mama ke Jakarta sendirian, Mama melihat ada luka di jari kelingking kaki Yangkung, dibawa kerumah sakit dan jari kelingkingnya yangkung dipotong. dan entah bagaimana infeksinya mulai menyebar dengan cepat sampai telapak kaki Yangkung bolong, mungkin memang takdirnya sudah begitu.. 
 setelah itu mulai jantung yangkung kumat dan lain sebagainya, Yangkung dirawat di rumah sakit. Hanya mama yang punya kesempatan ke Jakarta, sedangkan kami hanya bisa mendoakan dari rumah.
   makin lama kondisi yangkung makin menurun, dan pada suatu malam (sehari sebelum mama berangkat Umroh) dikabarkan Yangkung sudah dicabut alat bantu pernafasannya, dalam artian kami sudah mengikhlaskan Yangkung untuk pergi..
  Benar-benar ujian untuk Mama, karna mama tibak bisa menemani Yangkung ke Jakarta. mama harus berangkat Umroh.. Saya dan Mbak Tyas ingin sekali berangkat ke jakarta. tapi tidak diizinkan oleh Papa.
 kami hanya bisa menahan kecewa dan menangis sejadi-jadinya..

 Malam itu, ketika sedang Sholat bersama Papa berkata "mohon doanya untuk Bapak Soemargo, semoga diterima disisiNya" .. Saya yang sedang tidak Sholat hanya bisa menangis di pojok pintu depan.

  "Yangkung nggak mungkin pergi......" 



Malam itu Yangkung masih bisa bertahan, dan keesokan harinya pada hari Jum'at Beliau menghembuskan nafas terakhirnya, 41 hari yang lalu.. saya hanya mengiringinya dengan doa. dari jauh... dan saya hanya bisa mengikhlaskan, nggak apa-apa dengan begini Yangkung nggak perlu ngerasa sakit lagi. yangkung udah bebas dari sakit itu :)

   tetapi saya tidak diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau.. 
Mama berkata pada saya "Dek, Yangkung itu sayang sama Dek Kintan. dulu Yangkung yang mbeliin susu buat dek Kintan, pas mama lagi nggak punya uang.. Yangkung juga udah ngasih kenang-kenangan buat dek Kintan kan? Yangkung sayang sama kamu, jangan sedih yaa Yangkung pasti ngerti kita nggak bisa dateng, Yangkung selalu ngerti" .

    Kintan juga sayang sama Yangkung selalu :') dan sampai detik ini jam pemberian Yangkung selalu saya pakai ke Sekolah .. 

   we love you yangkung, dan akan selalu begitu ..

 

No comments:

Post a Comment